laporan mikrobiologi ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI Enterobacter PADA FESES “
LAPORAN PRAKTIKUM
BAKTERIOLOGI II
BAKTERIOLOGI II
“ ISOLASI DAN
IDENTIFIKASI BAKTERI Enterobacter PADA
FESES “

Disusun oleh:
Nama :
ABDUL FAQIH SUGIMAN
NIM :
14 3145 453 093
Kelompok : 1(SATU)
PROGRAM STUDI DIII ANALIS KESEHATAN
STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
2015/2016
STIKes MEGA REZKY MAKASSAR
2015/2016
LEMBAR PENGESAHAN
Judul Percobaan : Isolasi dan identifikasi
Bakteri Enterobacter Pada Feses
Nama Praktikan : Abdul Faqih Sugiman
NIM : 14 3145 453 093
NIM : 14 3145 453 093
Hari/Tanggal
Percobaan : Selasa, 24 November dan 1 Desember 2015
Kelompok : I (SATU)
Rekan
Kerja : 1. Cindi nurlaela sari
2. andri enriana
3. darmiati
4. aminah furaqani mony
5. aisyah ayuni arfah
6. Setri Pare
7. Muh. Fatwa
|
|
Penilaian :
Makassar, Desember
2015
Mengesahkan,
Dosen Pembimbing Praktikan
( Zakia Bakri S.Si.,M.Kes ) (Abdul Faqih Sugiman)
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Isolasi adalah suatu cara untuk
memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh
kultur murni atau biakan murni.Prinsip isolasi
bakteri adalah memisahkan suatu mikroba dari mikroba lainnya sehingga diperoleh
kultur murni. Teknik biakan murni digunakan untuk memisahkan berbagai macam
bakteri. Peranan bakteri baik yang menguntungkan ataupun yang merugikan dalam
kehidupan melalui proses isolasi dan identifikasi.
Identifikasi dilakukan
setelah kultur murni yang berasal dari satu progeni didapatkan untuk diketahui
potensinya, namun sebelum dilakukan identifikasi bakteri harus sudah
diklasifikasikan. Klasifikasi merupakan proses untuk mengenali dan
mengelompokkan organisme hidup. Tujuan dari klasifikasi adalah untuk mengatur
kedudukan dari berbagai organisme di alam.
Enterobacter termasuk dalam family Enterobactericeae
yang merupakan kelompok gram negative berbentuk batang yang habitat umunya
adalah di usus manusia dan hewan. Enterobacter
satu family dengan E.coli, Klebsiella,
Salmonella, Shigella, Proteus, dan sebagainya. Pada keadaan tertentu jika
terjadi perubahan pada inang atau bila kesempatan memasuki tubuh yang lain,
banayak diantara bakteri ini yang mampu menimbulkan penyakit
B. TUJUAN PERCOBAAN
Agar mahasiswa dapat
mengetahui bagaimana cara mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Enterobacter pada feses hewan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mikroorganisme atau
mikroba adalah organisme hidup yang berukuran sangat kecil dan hanyadapat
diamati dengan menggunakan mikroskop. Mikroorgnasime ada yang terusun atas satu
sel(uniseluler) dan ada yang tersusun atas beberapa sel (ultiseluler).
Bakteri adalah organisme yang paling banyak jumlahnya dan lebih
tersebar luas dibandingkan makhluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan
ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang
ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri
memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Bakteri
adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki
klorofil dan berukuran renik atau mikroskopik.( Entjang,2001. )
Enterobacter termasuk dalam family Enterobactericeae
yang merupakan kelompok gram negative berbentuk batang yang habitat umunya
adalah di usus manusia dan hewan. Enterobacter
satu family dengan E.coli, Klebsiella,
Salmonella, Shigella, Proteus, dan sebagainya. Pada keadaan tertentu jika
terjadi perubahan pada inang atau bila kesempatan memasuki tubuh yang lain,
banayak diantara bakteri ini yang mampu menimbulkan penyakit ( ANONIM,2013 ).
Enterobacter merupakan
genus umum Gram – Negatif , anaerob
fakultatif , berbentuk
batang ,-tidak membentuk spora bakteri dari
keluarga Enterobacteriaceae . Beberapa
strain bakteri ini patogen dan
menyebabkan infeksi
oportunistik di immunocompromised biasanya
dirawat di rumah sakit) host dan pada mereka yang berada pada ventilsi
mekanik .
The kemih dansaluran
pernapasan adalah situs yang paling umum
dari infeksi . The genus Enterobacteradalah anggota dari coliform kelompok
bakteri. Itu bukan milik coliform
fecal (atau coliform tahan panas)
kelompok bakteri, seperti halnya Escherichia coli , karena
tidak mampu tumbuh pada 44,5 ° C dengan adanya garam empedu. Dua
spesies dari genus klinis penting ini adalah E. aerogenes dan E. cloacae.(
ANONIM,2013 )
Enterobacter merupakan flora normal pada sistem pencernaan manusia dan
hewan. Bakteri ini tidak akan menimbulkan penyakit jika tidak bergabung dengan jenis bakteri lain. Ini
disebabkan bakteri Enterobacter bukan
penyebab tunggal munculnya suatu penyakit. ( ANONIM, 2013
)
Klasifikasi Enterobacter
:
Kingdom : Bakteri
Divisi : Proteobacteria
Class : Gammaproteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
family : Enterobactericea
Genus :
Enterobacter
Spesies
: Aerogenes Enterobacter, E. amnigenus, E.
asburiae, E. cancerogenus, E. cloacae, E. cowanii, E. dissolvens, E. gergoviae,
E. hormaechei, E. intermedius, E. kobei, E. nimipressuralis; E. pyrinus , E.
sakazakii,
Salah
satu spesies dari Enterbacter yang
menimbulkan penyakit bagi manusia adalah Enterobacter
sakazaki. Enterobacter
sakazakii bukan merupakan mikroorganisme normal pada saluran
pencernaanhewan dan manusia. Habitat asli bakteri Enterobacter sakazakii tidak diketahui secara pasti, sehingga disinyalir bahwa tanah, air,
sayuran, tikus, dan lalat merupakan sumber infeksi. Enterobacter sakazakii dapat ditemukan di beberapa lingkungan
industry makanan pabrik susu, coklat, kentang, sereal, danpasta), lingkungan berair, sedimen tanah yang
lembab. Beberapa bahan makanan yang berpotensi terkontaminasi Enterobacter sakazakii antara lain
keju, sosis, daging cincang awetan, sayuran, dan susububuk. ( ANONIM,2014 )
BAB
III
METODE
KERJA
A. WAKTU
DAN TEMPAT
Pada
Praktikum isolasi dan Identifikasi Bakteri Enterobacter
sp pada Sampel feses yang dilakukan dari awal praktikum isolasi, pengecatan
Gram, Uji biokimia, dan identifikasi
bakteri dilakukan pada hari Selasa, tanggal 24 November dan 1 Desember 2015 di
laboratorium STIKes Mega Rezky Makassar.
B. ALAT
DAN BAHAN
1. Alat
a. Tabung
Reaksi
b. Bunsen
c. Rak
Tabung
d. Ose
lurus dan ose bulat
e. Pipet
Tetes
f.
Objek Glass
g. Mikroskop
h. Kapas
lidi (swab)
2. Bahan
a.
Sampel feses ayam j. Media gula-gula
b.
Media BHIB k. Kristal gentiana violet
c.
Media Mac Conkey l. Lugol
d.
Media Citrat m.
Alcohol 96%
e.
Media MRVP n. Air fuchsin
f.
Media Urea o. Oil emersi
g.
Media KIA p. Aquadest
h.
Media gula-gula q. Methylen red dan kovack
i.
Media mio r. α-nafthol dan KOH
C.
PROSEDUR KERJA
1.
Isolasi sampel feses
a.
Isolasi sampel pada Media BHIB
a)
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b)
Diambil sampel feses ayam langsung dari tempat atau
kandangnya menggunakan kapas lidi steril
c)
Setelah itu dimasukkan kedalam media BHIB
d)
Kemudian diinkubasi
selama 1 x 24 jam suhu 37oC
b.
Isolasi sampel pada media Mac Conkey
a.
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.
Diambil koloni yang telah diisolasi pada media BHIB
menggunakan ose Lurus
c.
Disebar dengan cara dizig-zag sampel pada media Mac
dengan menggunakan ose yang telah dipijarkan diatas api bunsen sebelum dan sesudah melakukan pemindahan.
d.
Dimasukkan kedalam incubator selama 1 x 24 jam pada suhu 37oC.
2.
Pewarnaan Gram
a.
Dibuat preparat dengan
mensuspensikan koloni dengan aquades steril
b.
Kemudian difiksasi diatas
api Bunsen
c.
Ditambahkan 1-2 tetes
Kristal violet, lalu diamkan selama 3 menit
d.
Setelah kering, kemudian
dicuci air mengalir
e.
Ditambahkan 1-2 tetes
lugol, lalu didiamkan selama 2 menit
f.
Dicuci air mengalir
g.
Dekolorisasi dengan alcohol
96% selama 2 menit
h.
Dicuci air mengalir
i.
Ditambahkan 1-2 tetes air
fuchsin selama 1 menit
j.
Dicuci air mengalir
k.
Dikeringkan dan diamati
pada mikroskop dengan perbesaran objektif 40x dan 100x ( tambahkan oil emersi).
3.
Uji Biokimia
a. Uji
MRVP
a)
Diambil koloni terpisah
menggunakan ose
b)
Dimasukkan kedalam media
MRVP
c)
Setelah itu dihomogenkan
dengan cara dikocok
d)
Dimasukkan kedalam
incubator selama 24 jam suhu 37o C
b. Uji
Urea
a) Diambil
koloni terpisah dengan menggunakan ose
b) Dimasukkan
kedalam media Urea dengan cara digores
c) Dimasukkan
kedalam incubator selama 24 jam suhu 37o C
c. Uji
KIA
a) Diambil
koloni terpisah menggunakan ose
b) Dimasukkan
kedalam media KIA dengan cara digores
c) Kemudian
dilakukan tehnik penusukkan pada media KIA
e)
Dimasukkan kedalam
incubator selama 24 jam suhu 37o C
d. Uji
Citrat
a) Diambil
koloni terpisah menggunakan ose
b) Dimasukkan
kedalam media Citrat dengan cara digores pada lereng media.
c) Dimasukkan
kedalam incubator selama 24 jam suhu 37o C
e. Uji
Media Gula-gula ( laktosa, sukrosa, glukosa dan maltose)
a)
Diambil koloni terpisah
menggunakan ose
b)
Dimasukkan kedalam media
gula-gula
c)
Kemudian dihomogenkan
dengan cara dikocok.
d)
Dimasukkan kedalam
incubator selama 24 jam suhu 37o C
f.
Uji Mio ( Motility Indol
Ornityn )
a)
Diambil koloni terpisah
menggunakan ose
b)
Dimasukkan kedalam media
Mio
c)
Setelah itu dihomogenkan
dengan cara dikocok
d)
Dimasukkan kedalam
incubator selama 24 jam suhu 37o C
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
HASIL PENGAMATAN
1.
Isolasi sampel feses ayam pada
media BHIB dan Mac conkey
|
No
|
Media
|
Gambar/hasil
|
keterangan
|
|
1
|
BHIB
|
![]() |
Feses ayam dimasukkan kedalam
media BHIB
|
|
2
|
Mac conkey
|
![]() |
dizig zag kedalam media mac conkey
|
2.
Koloni pada bakteri
|
Media
|
Koloni pada bakteri
|
|
Mac conkey
|
Bentuk koloni : bulat
kecil
Warna koloni : merah keunguan
Ukuran koloni :
sedang-sedang
|
|
BHIB
|
bentuk
koloni pada media BHIB terjadi perubahan berupa kekeruhan dan berbusa pada
bagian atas media
|
3.
Pewarnaan Gram
|
koloni
|
Hasil Pewarnaan Gram
|
Gambar
|
|
Merah keunguan pada
mac conkey
|
Basil gram negative
|
![]() |
4.
Uji biokimia
|
NO
|
Uji Biokimia
|
Hasil
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
1
|
Uji Mr
|
+
|
![]() |
Terjadi perubahan warna merah
setelah ditambahkan reagen Methylen Red
|
|
2
|
Uji Vp
|
-
|
![]() |
Tidak terjadi perubahan warna
merah
|
|
3.
|
Uji Urea
|
+
|
![]() |
Terjadi perubahan warna dari
kuning menjadi merah muda
|
|
4.
|
Uji Gula-gula
Glukosa
Laktosa
Sukrosa
Mannitol
|
+
+
+
+
|
![]() |
Pada glukosa, laktosa, sukrosa,
dan manitol semuanya terjadi perubahan warna dari merah menjadi kuning
|
|
5.
|
Uji KIA
|
Alkali acid (+)
H2S (+)
Gas (+)
|
![]() |
Terjadi perubahan warna merah
kuning dan disertai adanya sulfur dan adanya gas
|
|
6.
|
Uji Citrat
|
+
|
![]() |
terjadi perubahan warna dari hijau
menjadi biru
|
|
7.
|
Uji MIO
M
I
O
|
+
-
-
|
![]() |
adanya Pergerakan bakteri, tidak terbentuknya cincin pada penambahan larutan
Kovak, dan Ornitynnya tidak terjadi perubahan warna ungu menjadi
kuning
|
B. Pembahasan
Pada
praktikum kali ini di lakukuan adalah isolasi pada bekteri Enterobacter pada
sampel feses ayam.
Pertama-tama ditampung sampel feses ayam pada tempat sampel,kemudian diambil sampel feses menggunakan kapas lidi Setelah itu dimasukkan
kedalam media BHIB, Kemudian diinkubator
1 x 24 jam pada suhu 37oC setelah di inkubasi diambil feses
ayam pada media BHIB menggunakan ose
lurus lalu ditanam dengan cara digores pada media Mac
Conkey dan di inkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam.
Setelah itu dilakukan pewarnaan Gram, pewarnaan gram dilakukan dengan cara membuat
preparat dengan mensuspensikan koloni dengan Aquades steril yang difiksasi
diatas api Bunsen setelah itu dikeringkan. Setelah kering, ditambahkan Kristal
gentian violet sampai menutupi permukaaan selama 2-3 menit dan cuci air
mengalir. Ditambahkan lugol diamkan selama 2 menit cuci lagi air mengalir.
Kemudian dekolorisasi dengan alcohol 96% selama 2 menit dan cuci air mengalir.
kemudian ditambahkan lagi air fuchsin selama 1 menit dan dicuci air mengalir.
keringkan dan kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x
( tambahkan oil emersi). Dan diamati dibawah mikroskop, didapatkan hasil Basil
gram negative. Setelah itu dilanjutkan dengan uji biokimia.
Setelah itu dilakukan pewarnaan Gram, pewarnaan gram dilakukan dengan cara membuat
preparat dengan mensuspensikan koloni dengan Aquades steril yang difiksasi
diatas api Bunsen setelah itu dikeringkan. Setelah kering, ditambahkan Kristal
gentian violet sampai menutupi permukaaan selama 2-3 menit dan cuci air
mengalir. Ditambahkan lugol diamkan selama 2 menit cuci lagi air mengalir.
Kemudian dekolorisasi dengan alcohol 96% selama 2 menit dan cuci air mengalir.
kemudian ditambahkan lagi air fuchsin selama 1 menit dan dicuci air mengalir.
keringkan dan kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x dan 100x
( tambahkan oil emersi). Dan diamati dibawah mikroskop, didapatkan hasil Basil
gram negative. Setelah itu dilanjutkan dengan uji biokimia.
Uji
biokim yang pertama dilakukan adalah uji MRVP dengan cara memasukan koloni kedalam media MRVP dengan cara langsung yang
dihomogenkan dan dikocok. Setelah dimasukkan kedalam incubator didapatkan hasil
yang negatif berwarna kuning dan dimasukan dalam inkubator pada suhu 37o C selama 24 jam. Kemudian dilakukan pemisahan pada MR dan VP dimana
MR ditambahkan dengan pereaksi methyl Red yang memberikan hasil yang positif
karena terjadi perubahan warna pada media yaitu berwarna merah sedangkan pada
media VP yang ditambahkan pereaksi KOH 30% dan α- Naftol memberikan hasil yang
negative yaitu tidak terjadi perubahan warna merah.
Selanjutnya
dilakukan Uji Urea yaitu dengan cara memasukan koloni kedalam media Urea dengan cara digores pada lereng media
setelah itu dimasukkan kedalam incubator pada suhu 37o C selama 24 jam . Setelah dikeluarkan dari inkubator
didapatkkan hasil yang positif berwarna
merah muda.
Kemudian
setelah dilakukan uji urea dilanjutkan dengan Uji KIA yaitu dengan cara
dimasukan koloni kedalam media KIA menggunakan ose yang telah dipijarkan
diatas api Bunsen yang kemudian digores dan menggunakan tehnik penusukan
didalam media dan di masukan dalam inkubator pada suhu 37o C selama 24 jam. Hasil yang didapatkan positif yaitu mempermentasikan
glukosa, laktosa, sukrosa. Terjadi perubahan warna merah kuning dan disertai
adanya sulfur dan adanya gas.
Setelah
itu dilanjutkan dengan uji Citrat, dengan cara dimasukan koloni kedalam media Citrat dengan cara digores
diatas permukaan media dan dimasukan dalam inkubator pada suhu 37o C selama 24 jam. Hasil yang didapatkan positif karena memberikan warna
biru.
Selanjutnya
dilakukan dengan Uji Media gula-gula ( glukosa, laktosa, sukrosa dan maltose)
dengan cara dimasukkan koloni kedalam media gula-gula yaitu dihomogenkan dan dikocok dan dimasukan dalam
inkubator pada suhu 37o C
selama 24 jam.
Setelah diamati didapatkan hasil yang positif
karena Pada glukosa, laktosa, sukrosa, dan manitol semuanya terjadi
perubahan warna dari merah menjadi kuning.
Setelah itu dilakukan uji MIO,dengan
cara di koloni kedalam
media MIO dan dimasukan kedalam inkubator pada suhu 37o C
selama 24 jam, hasil yang didapatkan yaitu adanya Pergerakan bakteri, tidak terbentuknya cincin pada
penambahan larutan Kovak, dan Ornitynnya tidak terjadi perubahan warna
ungu menjadi kuning
Setelah
di uji biokimia kemudian di identifikasi di dapatkan hasil yang positif yaitu bakteri Enterobacter.
BAB V
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang dilakukan dapat
di simpulkan bahwa dari uji yang
dilakukan hasilnya adalah basil gram negative dan setelah di identifikasi pada
smua uji biokimia hasil yang di dapatkan
yaitu bakteri Ebterobacter.
B. SARAN
1. Sebelum
melaksanakan praktikum seharusnya di harapkan kepada praktikan agar
menstreilkan tangan dengan antiseptic.
2. Seharusnya
menstreilkan alat yang akan di guanakan
3. Di
harapkan membersihkan alat yang telah di gunakan.
DAFTAR PUSTAKA
DIPOSTING
OLEH ZAMZAM.2014.
DIPOSTING OLEH ROZI FIQI.2013.
Entjang
Indan, dr. 2001. “Mikrobiologi
& Parasitologi”,
Citra Aditya Bakti : Bandung










Komentar
Posting Komentar